Manfaat Musik untuk Perkembangan Anak Usia Dini

Oleh : Eliza Ayu Wardani

Belajar musik bagi anak usia dini sangat penting untuk proses pendidikan dan pembelajaran. Sehingga, dapat membantu anak untuk lebih peka lagi terhadap nada serta meningkatkan keterampilan yang diperlukan dalam dunia interaksi sosial serta pendidikannya.


Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, musik memiliki pengaruh yang besar dan manfaat untuk pertumbuhan anak dan perkembangan awal otak anak-anak. Studi menunjukkan musik telah membantu saraf anak-anak menghubungkan dan meningkatkan keterampilan anak dalam belajar saat mereka tumbuh dewasa. Musik juga dapat membantu anak untuk belajar bicara lebih dini.
Banyak artikel dan tips tentang cara mendidik anak yang baik, salah satunya melalui musik. Ini adalah hal yang mudah karena kita bisa menemukan musik di mana saja. Musik juga bisa didapatkan dari berbagai benda seperti botol bekas, piring dan sendok, atau peralatan masak. Segala benda yang dipukul dengan irama teratur bisa menciptakan nada indah untuk didengar sebagai stimulasi musik untuk anak.
Kita sebagai orang dewasa mendengarkan musik untuk menghibur dan menyenangkan hati, untuk memperbaiki mood yang buruk, dan untuk memberikan suasana yang ceria. Namun, apa manfaat musik untuk si Kecil?

A. Musik mengembangkan kecerdasan emosional anak
Pelatihan musik mempertajam kemampuan seseorang untuk mengenali emosi dalam suara. Hal ini juga membantu anak mengembangkan fleksibilitas yang lebih besar dalam menanggapi orang dan situasi.
B. Musik menghasilkan pembaca yang lebih baik
Dapatkah musik meningkatkan kemampuan membaca anak? Menurut penelitian, pelatihan musik secara langsung terkait dengan kemampuan verbal. Area di otak diaktifkan dengan musik juga mempertajam kemampuan seorang anak untuk memproses peristiwa saraf di depan mata, suara dan pidato. Pelatihan musik lebih awal dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan membaca dan kemampuan verbal.
C. Musik membantu perkembangan otak
Studi menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan untuk mengembangkan otak. Musik juga melatih daerah di otak yang terlibat dengan fokus dan perhatian. Mendengarkan musik, terutama jeda antara gerakan, mengaktifkan kemampuan otak untuk perhatian dan antisipasi.

Berikut ada beberapa cara musik mempengaruhi memori dan proses belajar :
a. Mengurangi stress, Musik klasik membantu dalam relaksasi otak, sehingga mengurangi stres.
b. Meningkatkan produktivitas, Mendengarkan musik saat melakukan tugas tertentu membantu konsentrasi lebih baik, sehingga menyelesaikan tugas tanpa kesalahan.
c. Membantu dalam menciptakan energy, Mendengarkan beberapa lagu cepat memberikan Anda energi tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d. Meningkatkan konsentrasi, Musik membantu dalam meningkatkan rentang perhatian kita yang diperlukan oleh kita untuk menyimpan informasi dalam memori kita.
e. Meningkatkan memori, Efek musik pada otak kita sangat menarik. Beberapa jenis musik, seperti Mozart mengaktifkan kedua bagian otak – kiri dan kanan. Tindakan simultan ditemukan untuk memaksimalkan pembelajaran dan penyimpanan informasi.
f. Sebuah obat untuk depresi, Anak-anak melewati fase ini dari anak usia dini dan karena itu musik menjadi anugerah untuk menyembuhkan depresi. Depresi dapat menyebabkan nilai yang buruk yang dapat dicegah melalui musik.

D. Manfaat stimulasi musik untuk anak
Memperdengarkan musik sedini mungkin tidak ada salahnya, bahkan ketika si Kecil masih dalam kandungan. Musik yang tepat akan menstimulus gerak janin, memberikan ketenangan dan meredam kegelisahan. Jangan salah, Mam! Janin juga bisa merasakan gelisah jika kita sedang gelisah atau berada di tempat yang riuh, dan musik akan membantu menenangkannya.

E. Stimulasi musik untuk anak
Dalam tumbuh kembangnya dapat memberikan banyak manfaat. Selain mensitumulasu kemampuan bahasa dan literasi si Kecil, musik juga dapat mendukung kepintaran, sosial dan emosi, serta motorik kasar si Kecil. Musik akan menyelaraskan gerak tubuh dan kerja otak. Si Kecil bisa belajar kosakata baru melalui lirik di sebuah lagu atau anak akan belajar berbagai gerakan ketika sedang menari dengan iringan musik. Hal ini bisa menjadi latihan untuk motorik kasarnya.

F. Stimulasi musik untuk anak sebagai sarana sosialisasi
Di kelompok bermain, PAUD atau TK, salah satu sarana mengajarkan tentang sosialisasi tanpa paksaan adalah dengan stimulasi musik untuk anak. Melalui lagu yang dinyanyikan bersama, si Kecil akan belajar bekerja sama dengan temannya membentuk irama. Begitu pula ketika si Kecil sedang menari atau bermain musik dalam kelompok, ia akan belajar teamwork. Mereka belajar bekerja sama menghasilkan karya musik yang bagus.
Musik yang dimainkan atau diperdengarkan bersama akan membuat si Kecil belajar lebih kreatif, mudah berkompromi, melatih konsentrasi, berbagi, dan bekerja sama. Hal-hal ini akan sangat berguna ketika si Kecil memasuki usia sekolah atau terjun di masyarakat yang lebih luas.

G. Stimulasi musik untuk anak sesuai tahapan usianya
Musik adalah sarana untuk anak berekspresi, mengemukakan emosi melalui lagu dan tarian. Pada usia di bawah 1 tahun, mungkin si Kecil belum bisa bernyanyi Mam, tapi bukan berarti ia tak memahami musik. Si Kecil akan merespons dengan menggoyangkan tangan, anggukan kepala, atau ikut bernyanyi meski suara yang dikeluarkan belum jelas.
Pada usia batita, tak jarang si Kecil akan menggumamkan sambil bermain. Saat usia si Kecil lebih besar, ia sudah mulai bisa untuk memainkan instrumen musik atau bernyanyi. Setiap anak akan merespons musik yang diperdengarkan, meski hal ini bergantung pada tahapan usia.

a. Musik untuk bayi
Bayi lebih dulu mengenali irama dibandingkan ketika mereka mengenali kata-kata. Tak ada salahnya memperkenalkan 1-2 kata sederhana kepada si Kecil pada usia ini melalui musik, Mam. Pilih lagu anak dengan lirik sederhana yang bisa dinyanyikan sambil memandikan, bermain, atau menyuapinya. Tak ada salahnya memberikan stimulasi musik untuk anak dengan irama lembut ketika menidurkan. Hal ini akan memberikan ketenangan sehingga otak si Kecil beristirahat dengan optimal.
b. Musik untuk usia batita
Pada usia ini, si Kecil sangat gemar menari mengikuti irama. Coba perdengarkan musik dengan irama ceria agar si Kecil tertarik menari mengikuti iramanya. Pada usia ini, si Kecil juga sudah mengenali lebih banyak kosakata. Ia dapat mengenali lirik lagu dengan lebih baik dan tak jarang menggantinya dengan kata lain untuk membuatnya lebih lucu.
c. Musik untuk anak usia balita
Pada usia ini, si Kecil sudah mulai mengenal instruksi. Mereka juga mengenal musik sebagai suatu irama yang utuh berbentuk lagu atau nyanyian. Tidak hanya mendengarkan, coba lakukan stimulasi musik untuk anak dengan libatkannya dengan aktivitas mengikuti lirik lagu. Mam bisa menggunakan alat peraga berupa mainan, binatang atau anggota badan mereka seperti dalam lagu, “kepala pundak lutut kaki”. Musik juga bisa digunakan sebagai alat pencair ketika anak-anak ini berkumpul pertama kali sehingga mereka bisa lebih akrab satu sama lain.
d. Musik untuk anak usia sekolah
Pada usia ini, si Kecil mulai belajar menghitung dan membaca. Kedua hal ini akan lebih mudah dipelajari dengan media musik. Melalui lagu-lagu dengan lirik berupa angka atau abjad, si Kecil akan belajar menghitung dan membaca dengan lebih menyenangkan. Saat usia ini, si Kecil juga sudah bisa dikatakan siap jika ingin belajar tentang instrumen musik, jadi tak ada salahnya menawarkan les musik kepada si Kecil.
Tidak ada salahnya memberikan stimulasi musik untuk anak sejak dini. Dengan musik, si Kecil bisa menjadi lebih tenang dan lebih bersuka cita. Si Kecil akan memperoleh banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya.

PG-PAUD Universitas Pahlawan

Salah Satu Prodi pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Dikenal dengan Prodi PG-PAUD Tambusai mempunyai Visi Menghasilkan Lulusan sebagai Guru PAUD Profesional pada lembaga PAUD dan mempunyai jiwa Wirausaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.