Guru Ber-Etika kunci keberhasilan Pendidikan

OLeh : Mohammad Fauziddin, M.Pd.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru tidak hanya oleh murid-muridnya saja, namun seluruh masyarakat pada umumnya.  Guru kerap dijadikan sebagai patokan atau acuan dalam menilai seberapa baik etika seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Tidak peduli guru itu mengajar dimana dan bidang studi apa. Oleh karena itu jika seseorang akan menjalani profesi sebagai guru, maka ia harus berbenah menjaga etikanya dalam kehidupan sehari-hari, patut dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya.

Ironisnya profesi guru tidak dijalankan sesuai dengan yang sebenarnya. Menjadi guru adalah alternatif terakhir ketika tidak mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Bahkan dengan kata-kata “Daripada menganggur di rumah, mending mengajar” apalagi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun ada juga guru PAUD menikmati profesinya sebagai guru walaupun dengan gaji kecil, bahkan rela tidak digaji karena kecintaannya terhadap anak anak.

Asumsi masyarakat terhadap guru dari masa ke masa masih sama, yakni ; sosok guru adalah seorang yang serba bisa. Guru harus bisa memimpin masyarakat, guru harus bisa mengaji, guru harus bisa memimpin yasinan, guru harus bisa cerama, guru harus bisa khutbah dan lain sebagainya, terlepas apakah guru yang dimaksud adalah guru biologi di SMA, Guru Komputer di SMK, ataupun Dosen Fisika. Anggapan masyarakat terhadap guru yang serba bisa dan menjadi tolok ukur etika masih sangat melekat.

Sebagai konsekwensinya, seorang guru harus berbenah dalam segala bidang utamanya dalam ber-etika.

Secara umum etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola-pola perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku. Dengan adanya etika, manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang paling baik sesuai dengan norma-norma moral yang berlaku. Dengan demikian akan terciptanya suatu pola-pola hubungan antar manusia yang baik dan harmonis, seperti saling menghormati, saling menghargai, tolong menolong, dan sebagainya.

Dari kutipan diatas, dapat dikatakan bahwa memiliki etika yang baik bagi seorang guru adalah sebuah keharusan baik disekolah, maupun dimanapun guru berada, karena guru adalah profesi yang melekat pada diri seseorang. Artinya seorang guru tidak boleh mengatakan ; “Saya guru saat disekolah, di luar sekolah saya bukan guru”

Dengan adanya guru yang ber-etika, akan menumbuhkan kepercayaan anak didik dan orangtuanya kepada guru dalam menempuh pendidikan demi masa depan anak dimasa mendatang. Meningkatnya tingkat kepercayaan orang tua terhadap guru membuat orang tua rela memberikan apa saja demi pendidikan anak-anaknya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai etika Guru, Silahkan ketik komentar atau tambahan pendapat mengenai topik ini pada kolom komentar dibawah

Wassalamualaikum Wr. Wb.

PG-PAUD Universitas Pahlawan

Salah Satu Prodi pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Dikenal dengan Prodi PG-PAUD Tambusai mempunyai Visi Menghasilkan Lulusan sebagai Guru PAUD Profesional pada lembaga PAUD dan mempunyai jiwa Wirausaha.

2 thoughts on “Guru Ber-Etika kunci keberhasilan Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.